this is not hell

fatimah binti nasrun

my green bracelet…
at Pom Bensin Jalan Sudirman, Negara 

“Don’t judge me by my past, I don’t live there anymore.”

“tidak ada yang selamanya. jangan gunakan kata ‘selamanya’ untuk mengungkapkan waktu untuk mencintaiku. bahkan matahari, tak selamanya bisa kita lihat. ia hanya bertahan sampai sore menenggelamkannya…”

gambar ini di buat saat ingin pergi dari rumah.
saat mata terlalu saru melihat sudut pandang dr sisi yg lain.
kabur. 
yeah, i know. i’m the prettiest guitarist you’ve ever seen. Prettiest, i mean Prettt !

him:

kamu mau tahu contoh nyata kapitalisme?

me:

apa?

him:

saat kamu masuk terlalu jauh ke dalam hatiku, menyiksaku seperti buruh dengan upah rendah, sedang kamu menikmati laba. kamu memperlakukanku seperti budak. aku pacarmu!

me:

baiklah, besok kunaikkan gajimu. bagaimana?

bersama Anggun. teman begadang, membagi kopi, rokok, tempat, dan kehidupan.

“Even though we’ve changed and we’re all finding our own place in the world, we all know that when the tears fall or the smile spreads across our face, we’ll come to each other because no matter where this crazy world takes us, nothing will ever change so much to the point where we’re not all still friends.”

hayoo dimana saya? yang mana?
Istirahat dulu sodara-sodaraaa setelah moshing dan pogo.
always miss you, guys.
Kota Negara, di malam hari. 
ini Indah. salah seorang sahabat saya juga. dia sekarang sudah menikah dan masih berhubungan baik hingga sekarang.

ini Indah. salah seorang sahabat saya juga. dia sekarang sudah menikah dan masih berhubungan baik hingga sekarang.

bersama Dewik, bersamanya saya mewujudkan mimpi, menebarkan benih-benih pikiran di zine, usaha kolektif, dan band. she’s hot !